Podcast Murid: Lockdown Sudah Ada Sejak Zaman Nabi

Podcast Zamzam Syifa School

ZAMZAMSYIFA.SCH.ID, DEPOK – Fenomena lockdown ternyata sudah pernah ada sejak zaman Nabi. Ikhtiar lawan corona di tengah pandemi yang memanas ini menjadi sebuah keharusan. Zamzam Syifa Boarding School turut mengikuti arahan pemerintah untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Bukan tanpa persiapan, interaksi pembelajaran dilakukan secara tatap muka daring (online). Podcast kali ini bahas apa saja ya?

Baca juga: Antisipasi Virus Corona dengan Ikhtiar dan Doa Ini

Cuci Tangan dengan Benar

  1. Dilakukan dengan menggosokkan tangan menggunakan cairan antiseptik (handrub) atau dengan air mengalir dan sabun antiseptik (handwash). Rumah sakit akan menyediakan kedua ini di sekitar ruangan pelayanan pasien secara merata.
  2. Handrub dilakukan selama 20-30 detik sedangkan handwash 40-60 detik.
  3. 5 kali melakukan handrub sebaiknya diselingi 1 kali handwash

Ikhtiar Lawan Corona dengan Stay at Home dan Lockdown

Dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona, readyviewed pemerintah di banyak negara menerapkan kebijakan ‘Stay at Home‘ atau bertahan diri di rumah selama pandemi virus ini, atau setidaknya selama 14 hari. Kampanye stay at home juga bertujuan meminimalisasi kegiatan di luar. Imbauan ini berlaku bagi sekolah, universitas, hingga dunia usaha.

Menurut penelitian medis, angka 14 hari terkait dengan masa inkubasi dari virus yang menyebabkan penyakit COVID-19. Sangat disarankan untuk mematuhi peraturan tersebut dan tidak keluar rumah jika tidak penting. Partipasi dari semua pihak sangat diperlukan guna menekan angka penyebaran secara global.

Lockdown Sudah Ada Sejak Zaman Nabi

Kisah lockdown sebenarnya sudah ada dalam Islam, tepatnya pada Zaman Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam. Diceritakan bahwa suatu ketika khalifah Umar bin Khattab berangkat ke Syam bersama rombongan besar para sahabat. Namun di tengah perjalanan, sesampainya di wilayah Saragh, para pemimpin pasukan Muslim di wilayah itu datang menyambut mereka; di antaranya adalah Abu Ubaidah bin Jarrah dan lainnya.

Mereka mengabarkan kepada sang khalifah bahwa wabah penyakit sedang berjangkit di Syam dan mereka berselisih pendapat. Umar berkata kepada Ibnu Abbas: “Panggil ke sini para pendahulu dari orang-orang Muhajirin yang ikut dalam rombongan kita!”

Maka Ibnu Abbas memanggil mereka, lalu Umar bermusyawarah. Kata Umar: “Wabah penyakit sedang melanda negeri Syam. Bagaimana pendapat kalian?”

Mendengar pertanyaan itu mereka yang hadir berbeda pendapat. Sebagian berkata: “Anda berangkat ke Syam untuk suatu urusan penting. Karena itu kami berpendapat, tidak selayaknya Anda pulang begitu saja.”

Di tengah perbincangan Umar dengan Abu Ubaidah, datang Abdurrahman bin ‘Auf yang sebelumnya pergi meninggalkan rombongan karena suatu hajat. Lalu Abdurrahman bin ‘Auf berkata: “Aku mengerti masalah ini. Aku mendengar Rasulullah bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari)

Kisah tersebut merupakan fenomena lockdown seperti yang terjadi di berbagai negara dalam menghadapi pandemi ini. Social distancing dan physical distancing menjadi bentuk ikhtiar kita dalam memutus rantai penyebaran virus corona. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan dilindungi Allah Subhanahu Wa Ta’ala aamiin…

Baca juga: Pesantren Bintang Lima, Standar Internasional

Yuk temui kami di sosial media:
Instagram: @zamzamsyifaschool
Fan Page: @zamzamsyifasch
Twitter: @zamzamsyifasch
Youtube: Zamzam Syifa Channel
Bagikan artikel ini dengan klik ikon sosial media di bawah supaya semakin banyak yang dapat manfaatnya! 🙂

(uh/uh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us