Menjadi Manusia Unggul by: K.H Abdullah Muadz

INGATLAH TUJUAN ANDA
Sudahkah anda memiliki tujuan hidup ?mereka yang berhasil mencapai keunggulan adalah yang memiliki tujuan mulia dan berharga dalam hidupnya. Anda perhatikan permainan sepakbola. Goal ( masuknya bola kegawang), dalam permainan itu, merupakan satu hal yang sangat penting, karena itu, seluruh pemain berupaya mewujudkan tujuan tersebut.
Inilah yang dapat kita tangkap dari bidang olahraga. Lalu bagaimana dengan segala bidang yang ada dalam kehidupan kita ?
Jadi, untuk meraih keunggulan, kita harus menentukan tujuan dalam hidup kita. Tujuan yang paling mendasar adalah yang dapat membantu kita meraih tujuan akhir yang paling besar dan paling sempurna, yatitu meraih Ridho Illahi dan mendapatkan surga-Nya. Inilah tujuan akhir yang bersifat umum dalam kehidupan setiap muslim.
Selain tujuan akhir tersebut, kita harus memiliki sejumlah tujuan kecil yang bermuara ke sana, sehingga dengan itu kita bisa meraih kesuksesan dan kemajuan yang akan membuat kita senang dan puas.
Ketika anda menanyakan kepada sebagian orang tentang tujuan hidupnya, jawabannya seringkali bersifat umum sehingga karena keumumannya,terkadang anda tidak memahaminys. Bahkan mereka sendiri juga tidak dapat memahaminya. Tapi anehnya, mereka tidak berupaya menciptakan segala sarana atau tujuan kecil yang dapat membantunya untuk meraih tujuan besar tersebut.
Suatu kali, saya duduk dengan seornang pemuda yang usia nya tidak lebih dari 20 tahun, saya tanyakan padanya tentnag tujuan hidup yang ingin diraihnya. Jawaban yang ingin dilintarkannya sangatlah lucu. Pemuda ini hanya menginginkan sebuah mobil, jabatan (pekejaan) dn seorang istri, sebagai tujuan hidupnya!!!
Saya pun berkata, “sebenarnya kamu telah keluar dari jalur keunggulan, dan mengikuti jejak orang-orang yang yang lebih mementingkan kepuasan diri dan fisik semata.”
Dia berkata, “mengapa bisa demikian…?”
Saya berkata,”tahukah kamu, untuk apa kamu diciptakan ?tidakkah kita mengetahui hal itu?”
Dia menjawab, “ untuk beribadah kepada Allah. Dalilnya, dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar menyembah-Ku (QS Adz-Dzariat : 56)
Saya berkata, “lalu, apakah tiga hal yang kamu sebutkan tadi merupkan sarana yang akan kamu gunakan untuk meraih tujuan tersebut ?” dia menjawab, “Tidak, aku menginginkan sebuah mobil, agar aku lebih bebas untuk pergi kemana saja. Aku mengingkan ekerjaan , agar aku dapat membiayai hidupku sendiri dan dapat membeli apa yang aku inginkan. Dan aku menginginkan istri karena pada umumnya lelaki akan menikah dengan seorang wanita. Hanya itu saja tujuanku, tidak ada yang lain.”
Saya pun berkatanya padanya,”pelajarilah kembali tujuan-tujuanmu itu dan sesuaikanlah dengan sebb utama dari penciptaan dirimu. Lalu jadikanlah tujuanmu trsebut sebagai sarana untuk meraih tujuan utama penciptaanmu. Jika kamu lakukan itu, kamu akan menjadi manusia unggul.”
Ketahuilah bahwa kesalahan diwal menjadi sebab kegagalan kita meraih tujuan akhir hidup kita. Upaya untuk meraih keunggulan hanya bisa diaih dengan membangun tujuan dan sara tertentu menuju esana. Seseorang yang hidup dialam mimpi tidak akan pernh meraih kesuksesan, selama dia tidak mau bangun guna menyalakan lilin semangat ditengah alam yang gelap ini.
Pilihlah tujuan yang mulia, bukan tujuan yang paling indah. Karena sebuah kemulian akan diikuti oleh kemuliaan lainnya. Sebaliknya, suatu keindahan (kenikmatan) biasanya akan diikuti oleh kesedihan atau akhir yang tidak baik.
MANA TUJUAN ANDA….?!
Tentukanlah tujuan anda terlebih dahulu. Setelah itu, tentukan sarana sarana untuk menggapainya. Dalam hal ini, harus ada kesesuaian antara tujuan dan sarananya. Lebih penting lagi, tujuan tersebut harus dapat mewujudkan tujuan terbesar dalam hidup anda.
Meridhoi Allah sebagai Tuhan tidak dapat dilakukan kecuali dengan beribadah secara ikhlas dan menjadikan-Nya sebagai satu-satuanya tujuan dari ketaatan, ibadah dan keinginan kita. Allah SWT berfirman :
Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembanh Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (QS. Al-Bayinah 98:5)
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari Syirik) (az-Zumar 39:3)
Sesungguhnya kami member makanan kepadamu, bukan mengharap balas jasa dan (ucapan) terimakasih, melainkan hanya mengharap keridhann Allah. (QS Al-Insan 76:9)
Sedangkan meridhai Nabi Muhammad sebagai Rasulullah tidak dapat dilakukan kecuali dengan cara mengamalkan sunah-sunahnya, mengikuti jejaknya, meniru teladannya, menaati perintah-perintahnya dalam keadaan senang maupun susah, serta dengan mencintainya. Allah swt berfirman,
Katakanlah, jika kamu ( benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku. Niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (QS.Ali-Imran 3:31)
Dan jika kamu taat kepadanya, Niscaya kamu mendapat petunjuk (QS.An-Nur 24:54)
Taatlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya (QS. Al-maidah 5:92)
Ketaatan kepada Allah dan Rasulullah bersifat mutlak. Adapun ketaatan kepada para pemegang urusan kamum muslimin, baik ulama maupun para pemimpin, terikat oleh ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Adapaun meridhai islam sebagai agama, tidak dapat dilakukan kecuali dengan berusaha agar tujuan yang ingin kita capai dan sarana-sarana yang digunakan untuk meraihnya sesuai dengan ajaran islam. Disini perlu diingat bahwa upaya meraih tujuan, tidak dpat dilakukan dengan sarana atau cara apapun. Sarana yang digunakan harus sesuai dengan ajaran islam.
Oleh karena itu, setiap prbuatan yang kita dilakukan harus sesuai, atau tidak bertentangan, dengan perintah Allah. Demikian pula sarana yang digunakan untuk meraih sebuah tujuan. Harus sesuai dan dianggap benar oleh islam. Ketahuilah, bahwa islam adalah bersifat universal dan sempurna. Semua ajarannya saling menyempurnakan.
Menentukan sebuah tujuan dapat menyenangkan hati seseorang. Sedangkan menentukan sarana untuk menggapai tujuan tersebut, akan memberikan motivasi kepada seseorang untuk meraih kesuksesan, cita-cita dan keunggulan dirinya. Jika seseorang berhasil meraih semua itu, maka dia akan sangat bahagia dan merasa senang kepada dirinya sendiri. Dengan tekad dan motivasi kuatnya tersebut, dia akan terus meraih kebahagiaan dan kesuksesan yang lain.
SATU CITA-CITA
Jangan kacaukan dan sibukkan diri anda, berkonsentrasilah pada tujuan dan cita-cita anda. Yang berhasil mencapai keunggulan adalah mereka yang telah menyatikan cita-citanya dan mempersiapkan diri untuk meraihnya. Mereka tahu, bahwa hidup didunia yang penuh dengan cita-cita ini hanya sekali saja. Mereka memiliki semboyan “satukanlah dua cita-citamu” dengan cara ini kekacauan atau kerancuan pikiran akan terhindarkan. Hatinya selalu siap menerima hal-hal yang positif, serta dapat memperoleh kesuksesan dan keunggulan.
Yang harus menjadi cita-cita utama anda adalah mendapatkan Ridho Allah dan selalu memperoleh perlindungan dari-Nya. Oleh karena itu, jagalah Allah, niscaya Dia akan menjaga diri anda. Lalu kenalillah Allah disaat anda sedang senang, niscaya dia kan mengenal anda disaat anda sedang susah. Jika anda meminta sesuatu, mintalah kepada Allah termasuk meminta pertolongan.
Janganlah anda pisah-pisahkan keinginan anda. Sebaliknya anda justru harus menyatukan dua cita-cita menjadi satu. Janganlah bersedih dan putus asa akan sesuatu yang terlewatkan oleh anda. Janganlah bebani diri anda dengan cita-cita yang belum perlu untuk dipikirkan. Jangan cela orang lain yang memiliki sesuatu yang anda miliki. Jangan terobsesi mendapatkan sesuatu yang tidak anda miliki, jangan memuji orang yang tidak memiliki sikap toleransi.
Satukanlah cita-cinta anda, jadilah orang yang diridhoi Allah, jagalah lidah anda, muliakanlah tamu anda dan bantulah mereka yang membutuhkan. Jika anda seperti ini, niscaya anda akan menemukan keunggulann dan kehidupan anda.
Allah swt telah berfirman “Apabila kamu telah selesai (dari sebuah urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) lain dan hanya kepada Tuhan-Mu lah hendaknya kamu berharap (an-Nashr 110:7-8 )“ maka satukanlah cita-cita anda.
Apakah pendengaran anda pernah diketuk oleh sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud berikut “ rasulullah SAW bersabda, siapa yang menyatukan sejumlah cita-cita, maka Allah akan memenuhi keinginan-keinginannya di dunia ini. Tapi mereka yang keinginannya bercabang-cabang, maka Allah tidak peduli dilembah mana dia kan binasa ‘ (shahih Sunan Ibnu Majjah) yang dimaksud satu keinginan disini adalah keinginan untuk kembali kepada Allah.
Diriwayatkan dari Annas ra dia berkata, “ Rasulullah SAW bersabda, Siapa yang menjadikan akhirat sebagai cita-citanya, Allah akan mengayakan hatinya. Lalu akan meyatukan semua urusannya, kemudian dunia akan datang kepadanya dalam keadaan senang. Tapi siapa yang menjadilan dunia sebagai cita-citanya, maka Allah akan menjdikannya miskin, lalu Allah akan mencerai-beraikan semua urusannya, dan kenikmatan dunia tidak akan mendatanganinya, kecuali yang tellah ditentukan (sahih Sunan At-Tirmidzi)
Yahya bin mu’adz Ar-Razi seorang penasehat, menjelaskan “ yang menghalagi manusia untuk bertobat adalah sifat panjang angan-angan. Adapun atnda-tanda orang yang bertobat adalah air matanya sering bercucuran, suka menyendiri untuk beribadah kepada Allah, dan suka melakukan koreksi diri dalam setiap kesusahan yang dihadapinya.
PUSATKAN PERHATIAN PADA TUGAS-TUGAS ANDA SAJA…!!
Pikiran anda harus terfokus pada satu hal. Keinginan dalam hati anda harus pun harus dikurangi. Berusaha agar anda tidak memiliki waktu luang, karena waktu luang dapat membunuh keunggulan yang anda harapkan. Ingatlah, bahwa kegelisahan adalah kekasih waktu kosong, kesedihan adalah teman waktu kosong, dan penyakit insomnia adalah anak tetangga waktu kosong. Oleh karena itu, para ulama hampir tidak pernah menderita gangguang pada system syarafnya. Sebab mereka hamper tidak pernah memiliki waktu luang. Sebaliknya, pada diri orang yang memiliki waktu luang, bisikan-bisikan hatinya akan menjadi kekuatannya, khayalan-khayalan menjadi minumannya dan gangguan kejiwaan menjadi akhir perjalanan hidupnya. Benar, orang seperti itu akan membangun kubah dari biji tanaman.
Selain itu, orang yang memiliki banyak waktu luang akan membolak balikan berbagai peristiwa dalam hidup ini hanay dalam ingatannya saja. Lalau, karena banyaknya waktu luang yang dimiliki, dia pun menganalisa setiap hal yang dialaminya. Orang yang memeiliki banyak waktu kosong akan membolak-balikan sejuamlah peristiwa dalam ingatannya, memikirkan sejumlah kemungkinan yang akan terjadi dan mengingat-ingat kembali kejadian-kejadian yang pernah dialaminya.pikiran dan hatinya pun akan menghiasi kehidupannya. Sebaliknya orang yang memeiliki banyk kesibukan tidak akan terlintas sedikit pun oleh pikiran-pikiran seperti itu dalam dirinya.
Orang yang memiliki banyak waktu kosong akan membuat “kubah-kubah” yang akan menyempitkan dadanya dan memuat kaku lidahnya. Sesungguhnya, waktu yang kosong merupakan kejahatan yan merusakan seseorang. Oleh karena itu, hindarkanlah diri anda dari waktu kosong. Ambillah gelas-gelas kosong, lalu tuangkan kedalamnya setetes “air” harapan dan ”juice” kesabaran. Pusatkan perhatian anda hanya kepada tugas-tugas anda saja. Dengan cara seperti itu, pikiran anda akan lebih terkonsentrasi dan kesedihan anda akan berkurang. Lalu anda pun akan menjadi manusia unggul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *