Ikhlas Sebagai Sumber Motivasi by: K.H Abdullah Muadz

a. Arti ikhlas
Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor
Secara Istilah Melaksanakan pekerjaan hanya mengharap keridhaan Allah SWT serta tujuan hanya untuk Allah.
Ibnul Qayyim menjelaskan arti ikhlas yaitu mengesakan Allah dalam tujuan atau keinginan ketika melakukan ketaatan, memurnikan amalan dari segala yang mengotorinya
b. Urgensi Ikhlas
1. Syarat syahnya pekerjaan.
2. Titik fokus dinilainya pekerjaan
3. Sumber Motivasi & Inspirasi.
4. Meluruskan orientasi.
5. Memperjelas Visi dan Misi.
6. Memantapkan dan memperkokoh pendirian.
7. Melepaskan amal dari kepentingan individual dan duniawi.
c. Manfaat dan Keutamaan Ikhlas
1. Hidup menjadi tenang dan tenteram
2. Amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.
3. Dibukanya pintu ampunan dan dihapuskannya dosa .
4. Diangkatnya derajat dan martabat oleh Allah SWT.
5. Doa kita akan diijabah.
6. Dekat dengan pertolongan Allah.
7. Mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
8. Akan mendapatkan naungan dari Allah SWT di hari kiamat.
9. Allah SWT akan memberi hidayah sehingga tidak akan tersesat .
10. Allah akan membangunkan sebuah rumah di Surga
11. Mudah dalam memaafkan kesalahan orang lain
12. Dapat memiliki sifat zuhud dan Qana’ah
d. Hakikat Ikhlas
1. Kemauan yang kuat.
2. Tujuan yang terbetik dalam hati dan menuntut dirimu.
3. Kehendak yang pasti.
4. Amalan hati.
5. Tidak lepas dari tujuan.
6. Menentukan perbedaan pahala dan dosa.
7. Tidak merubah yang haram.
8. Hasil kemurnian tauhid.
e. Cara Mencapai Ikhlas
1. Mengosongkan pikiran kecuali hanya kepada Allah SWT.
2. Zikir setiap saat
3. Lupakan semua urusan duniawi, kita hanya tertuju pada Allah.
4. Jangan sampai muncul teroris seperti riya’, kibr, ujub, sum’ah dll
e. Beberapa unsur pembentuk Ikhlas :
1. Mengembalikan pandangan kepada Khaliq.
2. Sinkronisasi batin dan zahir.
3. Celaan dan pujian manusia belum tentu sama dengan celaan dan pujian Allah SWT.
4. Tidak bangga dengan amalnya dan ikhlasnya.
5. Melupakan tuntutan pahala dan sebaliknya memikirkan kualitas amalnya dan hal-hal yang dapat merusak.
6. Mewaspadai Riya.
f. Fenomena Keikhlasan :
1. Takut ketenaran.
2. Mengakui kekurangan diri sendiri (Muhasabah).
3. Senang beramal diam-diam dan jauh dari sorotan.
4. Tidak terkecoh pujian.
5. Tidak kikir pujian terhadap orang yang layak dipuji.
6. Tidak ambisius menjadi pemimpin atau menempati posisi strategis.
7. Mencari keridhaan Allah dan bukan sanjungan manusia.
8. Cinta dan marah atas pertimbangan syar’i dan bukan pertimbangan
pribadi.
9. Sabar sepanjang jalan dan orientasi pada kerja.
10. Merasa senang jika ada yang bergabung untuk bekerja sama.
11. Rakus terhadap amal yang baik.
12. Menghindari ujub (merasa lebih dari yang lain).
13. Senantiasa membersihkan diri.
g. Buah dari Sikap Ikhlas
1. Sumber Ketenangan Jiwa.
2. Sumber Kekuatan Jiwa.
3. Amal yang berkelanjutan.
4. Konsekwen dan Konsisten (Istiqomah )
5. Merubah sesuatu yang mubah menjadi ibadah.
6. Mendapatkan pahala walaupun tidak dapat dilaksanakan.
h. Hal-hal yang “Tidak Mengurangi” Keikhslasan
1. Dalam rangka memperlihatkan Ni’mat dari Allah SWT.
2. Dalam rangka memberi Keteladanan untuk orang lain.
3. Dalam rangka memberi Motivasi untuk orang lain.
4. Mencari rizki untuk menafkahi keluarga.
5. Beramal karena ingin mendapatkan Surga Allah SWT.
6. Meninggalkan Maksiat karena takut Neraka Allah SWT.
i. Ada beberapa hal yang merusak keikhlasan seseorang yaitu :
1. Riya’. Pengertian riya adalah seseorang menampakan amalnya dengan tujuan orang lain melihatnya dan memujinya
2. Ujub. Yang dimaksud dengan pengertian ujub adalah adalah seseorag berbangga diri dengan amal-amalnya
3. Sum’ah. Pengertian sumah adalah adalah seseorang beramal dengan tujuan agar orang lain mendengar amalnya tersebut lalu memujinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *