Gaya Hidup Orang Sukses Dunia Akhirat by : K.H Abdullah Muadz

  1. Ibadah total, jadwal harian melebur, mengikuti jadwalnya Allah SWT.
  2. Tidur tidak larut malam, kecuali keadaan darurat seperti ada musibah, menolong bencana dsb.
  3. Bangun sebelum subuh secara mandiri (tidak dibangunkan orang lain) sehingga bisa Qiyamullail walau sedikit.
  4. Dilarang, tidak boleh, aib/pamali, pantang tidur setelah subuh.
  5. Mengerjakan pekerjaan rumah antara subuh s/d Jam mulai keluar rumah.
  6. Merapihkan rumah, mencuci pakaian, memasak, merapihkan barang sendiri.
  7. Tidak terlambat masuk kerja, walaupun kantornya punya sendiri serta serius dalam bekerja.
  8. Menikmati pekerjaan, karena ibadah, dakwah, jihad, hobby, maisyah, ta’awun, amal jariyah.
  9. Shalat, Zikir, Du’a adalah jadwal utama, sementara aktifitas lain harus menyesuaikan waktunya.
  10. Hiburan bukan candu, tapi selingan jadi sejenak saja, Tujuan agar refresh, bukan jadi kecanduan, pandai mengendalikan sarana hidup.
  11. Harus ada waktu perhatian untuk diri, keluarga, tetangga, masjidnya, kampung dst.
  12. Mengurus dokumen pribadi sendiri, seperti KTP, SIM, STNK, Listrik, PBB, administrasi lainnya.
  13. Menjaga kesehatan dan stamina tubuh, supaya tidak mudah sakit.
  14. Terus berlatih seni management waktu. Jangan sampai satu detik hilang tanpa perencanaan.
  15. Sensitif dan sangat mengenal siapa si “pencuri waktu”.
  16. Menghidari tongkrongan, kongkow-kongkow, ketawa ketiwi, nyeletuk-nyeletuk, yang hanya menghabiskan waktu.
  17. Memasang standar yang tinggi bagi diri sendiri, sehingga program hidup bernilai tinggi, dan gengsi dengan standar murahan.
  18. Malu melakukan aktifitas murahan yang tidak menambah Iman, Ilmu dan Incom.
  19. Gengsi melakukan tindakan tercela, karena harga diri, apalagi perbuatan dosa.
  20. Menyeleksi teman jangan sampai mengangkat si “pencuri waktu” sebagai teman.
  21. Memilih lingkungan dan sarana hidup yang bisa dikendalikan bukan sebaliknya.
  22. Banyak silaturrahiim, untuk memperbanyak teman dan koneksi serta jaringan.
  23. Siap dan mudah bekerja sama dengan siapapun serta pandai bergaul.
  24. Konsentrasi penuh ditempat banyak orang berkumpul/bertemu karena disitulah banyak berdar uang.
  25. Sering mencari kerumunan, kumpulnya banyak orang atau event-even yang mengundang banyak orang.
  26. Sering berjalan dipasar dan mengamati dengan serius perilaku orang dipasar.
  27. Mengasah senstifitas untuk melihat berbagai macam peluang dan kesempatan, saat orang lain sulit menemukannya.
  28. Tidak malu bertanya atau meminta saran kepada siapapun.
  29. Tidak takut dikritik, malah merindukannya, agar terus melakukan perubahan tanpa henti.
  30. Tidak takut dan ragu mengambil tindakan jika sudah diperhitungkan dan direncanakan, serta bisa mengedalikan stabilitas emosionalnya.
  31. Menyiapkan segala resiko yang akan dihadapi, dari akibat tindakannya walau yang terpahit sekalipun. Tapi bukan bertindak nekat.
  32. Bertindak sebelum disuruh/diminta, cepat mengambil juga tidak nunggu waktu kepepet, atau terpaksa.
  33. Tidak suka mencari kambing hitam, selalu lari kedalam dirinya, karena dia percaya diri, segala sesuatunya datang dari keputusan sendiri. Maka pantang menyalahkan orang lain.
  34. Kecepatan dalam mengevaluasi, senang dengan umpan balik, tindakan perbaikan ketika terjadi kesalahan.
  35. Sangat senang dan selalu berupaya untuk meningkatkan kapasitas dirinya, dengan banyak pelatihan, belajar, bertanya, magang serta terus dan terus mencoba.
  36. Ucapan ”Bismillah” bukan basa basi, berarti sekarang juga mulai tidak ada kata tunda. Kata “tunda” itu penyakit kronis.
  37. Mengambil inisiatif, tidak ikut ikutan, tidak menunggu si fulan, menunggu disuruh, diarahkan, atau ditegur.
  38. Menciptakan jalan suksesnya sendiri dengan pemikiran dan inovasi yang ada.
  39. Ambisi dan semangat yang terus berkobar, tidak pernah surut, segala penghalang dan rintangan menjadi bahan bakarnya bukan kambing hitamnya.
  40. Siap tempur dengan musuh bebuyutan, kanker ganas, yaitu kata “tunda”.
  41. Bekerja keras, banting tulang, peras keringat, jungkir ballik, ulet, tekun, sabar, pantang mengeluh dan tidak lebay.
  42. Mereka paham betul pentingnya disiplin dan pengendalian diri. Sehingga komitmen penuh dalam mengatur jadwal hariannya. Hanya gelandangan dan si luntang lantung yang tidak punya agenda harian.
  43. Melihat setiap ada masalah pasti ada peluang, setiap ada kesulitan pasti akan muncul kemudahan. Orang sukses melihat masalah sebagai bahan pembelajaran, bukannya kesulitan belaka.
  44. Berupaya mengatasi dan menyelesaikan kesulitan dan persoalan-persoalannya sendiri. Fokus pada solusi, bukan berkubang pada masalah yang ada.
  45. Memperbaiki kerusakan kecil di rumahnya sendiri, seperti atap bocor, keran rusak, lampu mati, saklar rusak, dan sebagainya.
  46. Cinta kebersihan, keindahan diri, rumah, lingkungan dan mengajak orang lain.
  47. Penghematan dalam segala hal termasuk listrik, air, gas dan sebagainya.
  48. Tidak ada waktu yang lost control walau satu detik, semua sudah direncanakan. Sekecil apapun harus bekerja, tidak boleh berhenti, kecuali memang waktu istirahat dan kebutuhan darurat. Mereka sibuk, produktif, dan proaktif, tidak luntang-lantung.
  49. Bukan entrepreuneur namanya jika dalam hari hari masih ada kata “bingung apa yang harus dikerjakan” atau memang tidak teragenda sebelumnya jadi bingung. Nah lho?
  50. Senantiasa nyaman bekerja dengan siapapun, dimanapun, dalam situasi kondisi bagaimanapun dalam keadaan apapun.
  51. Wirausahawan berarti juga seorang “visioner”, ciri yang sangat jelas adalah “kewajiban lebih banyak dari pada waktu yang tersedia”. Sangat aneh jika masih banyak hiburannya, tahu persis apa yang harus dilakukannya detik perdetik.
  52. Hidup berencana, berarti punya buku agenda harian bertanggal. Kecuali kalau mau jadi gelandangan atau si luntang lantung, tidak perlu pakai agenda hidup.
  53. Mereka melakukan apa yang seharusnya, bukan apa yang mereka mau lakukan. Bukan pakai feeling, mood, situasi dan kondisi atau menunggu nunggu kesempatan.
  54. Peka dan peduli terhadap keadaan diri dan lingkungan sekitar.
  55. Tujuan dan proses sama pentingnya sehingga tidak menyepelekan keduanya.
  56. Tawakkal penuh, pasrah total, du’a senjata utama, Berbaik sangka kepada Allah SWT. Pandai memetik hikmah dan pelajaran dari semua taqdir yang diterimanya.
  57. Sehingga tidak ada kamus, nyerah, kapok, bosen, bt, berhenti, letih dan sebagainya.
  58. Modal utama dalam bisnis bukan “uang” tetapi keyakinan, kreatifitas, kerja keras, koneksi dan jaringan.
  59. Memulai dari modal seadanya, akal fikiran, panca indra, keterampilan, saran dan fasilitas disekitar kita, SDA dan SDM disekitar kita, jaringan yang sudah kita miliki.
  60. Siap membuktikan semua ucapannya dalam setiap tindakan nyatanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *