1001 Mimpi Santri Boarding School

ZAMZAMSYIFA.SCH.ID, DEPOK – Kesuksesan menggapai cita-cita adalah impian semua orang. Termasuk orang pesimis sekalipun. Sebenarnya mereka juga memiliki cita-cita, namun karena sifat pesimisnya, mereka mengubur dalam-dalam cita-cita tersebut. Sehingga tidak semua orang berani bermimpi tinggi. Berbeda halnya dengan siswa-siswi Islamic Boarding School ini.

Benarkah Mimpi Menggerakan Hidup?

Impian adalah kehidupan, ia menggerakkan manusia untuk tetap tegak berdiri meski badai datang menerjang. Impian adalah harapan yang menggerakkan manusia menuju masa depan yang dicita-citakan. Sulit membayangkan manusia hidup tanpa impian, tanpa harapan, dan cita-cita. Ia akan berhenti dan mati.

Impian dan harapan tentang kehidupan mendatang yang bahagia sejahtera merupakan unsur penting dalam setiap gerak hidup kita. Tak ada satupun manusia yang ingin gagal dalam hidup, sayangnya jalan yang mereka tempuh tidak seperti yang dia harapkan.

Baca juga: Zoom: MOS Ala Sekolah Internasional

Makna Impian dari Perspektif Islamic Boarding School

Seorang mukmin yang memilki keimanan membara, akan mengarahkan tujuan puncak hidupnya untuk mengejar impian akhirat. Mencintai kehidupan akhirat adalah pangkal kebahagiaan sejati. Impian menakjubkan akan dinikmati manakala manusia lebih mengedepankan tujuan ke akhirat dan ridho Allah serta memandang dunia sebagai bekal untuk kebahagiaan abadi.

Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam berpesan, “Demi Allah, aku tidak mengkhawatirkan kemelaratan atas kalian, namun aku khawatir apabila dunia dilimpahkan kepada kalian, seperti yang terjadi pada umat sebelum kalian, maka kalian akan berlomba untuk mendapatkannya, sebagaimana mereka berlomba-lomba dalam hal itu. Dan dunia itu akan merusak kalian sebagaimana merusak mereka.” (shahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari, no. 2988 dan Muslim no. 2961 )

Siapa Takut Bermimpi!

Orang yang impiannya samar-samar atau bahkan tidak punya impian sama sekali, ibarat orang naik taksi tidak bisa memberitahu sopir ke mana menuju. Sopir taksi yang baik hati akan menanyakan berapa uang yang dimilikinya, dan akan mengantarnya sampai argometer mencapai batas keuangan yang dimiliki. Pertanyaannya, di manakah ia akan diturunkan? Apakah ia akan diturunkan di tempat yang dikehendakinya atau bahkan diturunkan di sembarang tempat.

Analogi di atas menggambarkan bahwa apabila kita tidak memiliki impian hidup yang jelas, bagaikan naik taksi tanpa tujuan yang jelas. Uang dan waktu habis, pikiran dan tenaga terbuang percuma, serta tidak sampai ke mana-mana atau sampai suatu tempat yang tidak kita suka. Tahu-tahu, kita sudah sampai akhir perjalanan hidup di dunia, disambut malaikat maut.

Sang Mutiara Zamzam Syifa Boarding School Punya Impian Seperti Ini

Usia remaja merupakan masa emas dalam menentukan mimpi beserta jalannya. Semangat yang menggebu-gebu menjadi modal penting untuk mengarahkan anak kepada cita-citanya. Beragam cita-cita siswa Zamzam Syifa Boarding School terangkum dalam video di bawah ini yang terbagi atas murid ikhwan dan murid akhwat. Video ini juga dibuat langsung oleh siswa-siswi Zamzam Syifa loh, kamu bisa tonton dan beri dukungan dengan like video ini. Selamat menyaksikan!

Kamu juga dapat melihat serunya kegiatan dan kreatifitas para santri di instagram @zamzamsyifaschool atau fanpage @zamzamsyifasch dan membagikan artikel ini ke kerabatmu dengan klik ikon sosial media di bawah ini supaya semakin banyak yang dapat pengetahuan baru! ^^

Editor: Ulya Himmatul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish
Need Help? Chat with us