Cikal Bakal Hafidzh Termuda Nih… Cara Mendidik Anak Sejak Dini

hafizh zamzam syifa boarding school

            ZAMZAMSYIFA.SCH.ID, DEPOK – Dalam artikel ini terdapat beberapa tips untuk orang tua bagaimana cara mendidik anak agar menjadi hafizh sejak lahir. Salah satu tujuannya adalah usaha mencari keridhaan Allah SWT dan usaha untuk mendapatkan surga-Nya. Dan pendidikan anak dapat meninggikan derajat serta menjadikan amal terus mengalir pahalanya setelah kematian. Seperti yang terdapat dalam hadits, “Anak shalih yang mendo’akan orang tuanya”. Keshalihan anakpun dapat dilihat dari cara orang tua mendidik, dan ketaqwaan orang tua akan mejadikan anak terjaga serta senantiasa mendapat rizki setelah kematian orang tuanya.

            Oleh sebab itu, anak-anak adalah para da’i masa depan dan penyebar ajaran agama. Jika anak sudah menjadi seorang hafizh ataupun hafidzah maka akan menjadi tabungan di akhirat nanti. Jadikan standar keberhasilan para orang tua adalah saat mendidik anak-anak dan mengajar mereka. Didiklah anak dengan sebaik-baiknya, karena jika lalai dalam mendidik anak merupakan sebab terhalangnya dari masuk surga. Seperti dalam hadits, “Tidaklah seorang hamba diberi tanggung jawab kepemimpinan oleh Allah kemudian pada saat ia meninggal, ia curang terhadap yang dipimpinnya, melainkan Allah mengharamkan baginya Surga”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Mendambakan Anak Menjadi Hafizh?

            Pergunakan sarana-sarana yang benar dalam mendidik dengan cara-cara yang baik. Perhatikan juga cara bergaul yang sesuai dengan anak. Ingat, ketika kita jadi orang tua zaman sudah berbeda dengan ketika kita masih anak-anak. Metode mendidik anak di zaman kita muda tentu berbeda dengan metode saat ini. Anak-anak sekarang dikenal lebih kritis. Oleh sebab itu, pendekatannya pun harus menyenangkan dan jelas. “Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”. (QS. Al-Baqarah: 281).

Agar anak menjadi hafizh sejak lahir maka lakukan beberapa tahapan seperti berikut. Putarlah murotal setiap hari dan tempelkan ke perut agar anak dapat mendengar dengan jelas suara ayat-ayat Al-Qur’an. Kemudian makanlah makanan yang dibeli dan dimasak dengan halal, agar anak dapat meresap asupan gizi yang baik dan tidak merusak organ-organ tubuh calon bayi. Selalu berfikir positif dan ajak anak berkomunikasi dengan perkataan dan pujian.

Baca juga : Wah Perbedaan Pondok Pesantren Dengan Islamic Boarding School Begini? Poin Ke-7 Jadi Idaman!

            Setelah anak lahir tetap diputar murotal setiap hari agar anak dapat mengikuti. Lalu didiklah anak dan membentuk akhlak serta keimanan anak, dengan sarana-sarana seperti memperdalam muraqabah Allah SWT dalam hatinya dan memperdalam kecintaannya kepada Rasulullah SAW dalam hati dengan melaksanakan sunnahnya dan mengikutinya. Salah satu apresiasi anak dalam pendidikan tahfidz adalah dengan memberikan hadiah pada saat tertentu, seperti hadiah atas hafalan Al-Qur’an dan bacaan do’a-do’a yang terus menerus.

            Tidak lupa mendidik dengan membentuk keilmuan dan pengetahuan anak, membentuk perilaku dan sopan santun anak, membentuk sisi sosial anak, membentuk sisi kejiwaan dan perasaan anak, membentuk fisik dan kesehatan tubuh anak, membentuk rasa seni dan kreatifitas anak. Memasukkan anak ke dalam Pesantren Tahfidz atau Islamic Boarding School juga bisa menjadi salah satu cara yang lebih simpel. Setelah melakukan beberapa usaha dalam mendidik anak insya Allah anak akan berusaha juga agar dirinya dapat menjadi yang orang tuanya harapkan. “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka”. (QS. At-Tahrim).

            Setelah mendidik rohani anak selanjutnya mendidik kemampuan dalam menghafal Al-Qur’an. Ajarilah cara-cara menghafal yang mudah dan benar agar anak dapat mengikuti pembelajarannya. Jangan paksa anak jika mereka sudah tidak bisa lagi menghafal. Ajaklah anak bermain dengan memasukkan nilai-nilai tahfidz dalam permainan. Temukan anak dengan para hafizh/hafizhah agar anak dapat meneladani dan terinspirasi dari pertemuan tersebut.

Do’a, Do’a, dan Do’a

            Doa adalah permohonan kepada Allah yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya. Berdo’alah selalu kepada Allah agar dikaruniai keturunan yang hafizh/hafizhah. Dukung dengan contoh tauladan dari kedua orang tuanya atau para tokoh dan para hufadz. Cara mengajarkan anak menghafal Al-Qur’an sejak bayi tersebut telah terbukti membuat anak yang baru lahir menjadi lebih akrab dan mudah menghafal Al-Qur’an. Dan yang terakhir usahakan selalu konsisten dan jangan terputus-putus. Bila belajar Al-Qur’an dilakukan secara berkelanjutan bisa jadi ketika anak berusia 6 atau 7 tahun sudah bisa menghafal 30 juz Al-Qur’an. Karenanya konsisten menjadi kunci utama dari keberhasilan mengajari anak menghafal Al-Qur’an. Hal ini tentunya kami terapkan ke dalam kurikulum pendidikan Zamzam Syifa Boarding School.

Sharing is caring, kamu bisa bagikan artikel ini ke teman-teman dan saudara loh supaya semakin banyak yang mendapat manfaatnya!

Penulis: Ulfah Zakiyah Mubarok

(Pengajar Pesantren Tahfizh Zamzam Syifa Boarding School)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *